BERITA INDOLAH

Berita International | Berita Nasional | Berita Bola | Viral | Tips trik | Life Style |

BERITA INDOLAH

TIPS TRIKS

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 13 Agustus 2018

Mental juang pemain Arema FC disoroti usai bermain imbang dari Borneo FC


Bek senior Arema FC Hamka Hamzah tampak geram usai timnya hanya memetik hasil imbang dari Borneo FC. Dilansir dari Bola.net, Hamka menyoroti mental bermain rekan-rekannya yang dianggapnya masih kurang tangguh.

Arema FC gagal meraih kemenangan pada laga lanjutan Gojek Liga 1 bersama Bukalapak, kontra Borneo FC. Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (11/08), mereka hanya mampu berbagi angka 2-2.

Dengan hasil ini, Arema belum pernah sekalipun menang pada putaran kedua Liga 1. Dalam tiga laga mereka, Arema FC mengalami sekali kekalahan dan dua hasil imbang.

"Bermain di Arema tak hanya modal semangat. Harus punya mental petarung," tegas Hamka.

"Arema tim bermental pejuang. Apabila pemain tak ada mental pejuang, mereka tak cocok bermain di Arema. Arema tim besar, perlu pemain bermental baja, tak hanya modal semangat," sambungnya.

Menurut Hamka, ada alasan khusus mengapa para penggawa Arema perlu mental baja. Pasalnya, menurut pemain 34 tahun tersebut, tekanan di Arema sangat besar.

"Ini Arema. Sekali bagus, semua beri pujian. Sekali jelek langsung mencaci. Hanya beberapa pemain yang bisa menangani hal seperti ini. Sementara, ada beberapa pemain belum keluarkan kemampuan terbaik mereka," tuturnya.

Hamka tak menyebut siapa saja pemain yang ia sebut belum mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Pemain berusia 34 tahun tersebut hanya menyebut ciri-ciri pemain yang ia maksud. "Saya rasa hal ini terjadi pada pemain yang belum lama bermain di Arema," tegasnya.

Sementara itu, Hamka meminta maaf menyusul kegagalan memenangkan laga melawan Borneo FC. Menurutnya, seluruh penggawa tim Arema FC menyesal gagal memberikan kado terindah pada ulang tahun ke-31 Arema.

"Mewakili semua tim, saya minta maaf tidak bisa memberi yang seharusnya kami berikan pada Aremania, Aremanita, dan masyarakat Malang Raya," kata Hamka.

Tebas semak belukar di hutan Kaltim, Rahmat dilaporkan hilang


Rahmat (54), warga Desa Pepara, kecamatan Tanah Grogot, kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dilaporkan hilang di hutan sore tadi, saat menebas semak di tengah hutan, di Desa Pulau Rantau. Sampai malam ini, Rahmat masih dicari tim gabungan.

Keterangan sementara diperoleh, pagi tadi sekira pukul 06.00 WITA pagi tadi, Rahmat hendak pergi ke hutan di Desa Pulau Rantau, untuk menebas semak dan hutan. Namun Rahmat tidak pergi sendiri.

Satu jam kemudian, Rahmat ditemani rekan satu desanya, Icuk (60), menuju lokasi hutan yang dituju. Namun, setelah Icuk menunggu hingga siang hari tadi, Rahmat tidak muncul keluar hutan.

"Korban (Rahmat) ini, setelah dicari-cari, dan dipanggil-panggil sampai siang, tidak ketemu, dan tidak ada sahutan dari dalam (hutan)," kata Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Paser, Budhi, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (13/8) malam.

Mengira Rahmat sudah pulang lebih dulu ke rumahnya, Icuk lantas juga pulang untuk mendatangi rumah Rahmat. Namun demikian, belakangan diketahui Rahmat tidak ada di rumahnya.

"Temannya (Icuk) ini berinisiatif untuk mendatangi rumahnya korban, dan ketemu sama istri korban. Ternyata, korban tidak ada di rumahnya. Korban memang tidak ada pulang ke rumah," ujar Budhi.

Khawatir dengan kondisi korban di tengah hutan, warga pun melaporkan kepada BPBD Paser, untuk segera memberikan bantuan pencarian Rahmat, yang tidak diketahui keberadaannya.

"Sekitar jam 4 sore tadi, kami terima laporan orang hilang (atas nama Rahmat). Tim gabungan selain dari BPBD, juga ada TNI dan Polri, PMI, juga warga masih mencari korban. Sampai jam 10 malam ini, kami masih mencari," ungkap Budhi.

"Kronologi itu sementara yang kami dapatkan di lapangan. Kami dari BPBD bawa peralatan dan armada mencari korban ini. Dengan tim gabungan, masuk mencari ke dalam hutan," ujar Budhi.

Bos Inalum: Pembelian saham Freeport butuh kejelasan transaksi


Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa proses negosiasi pembelian saham Freeport membutuhkan kejelasan dalam setiap detail transaksi yang dilakukan.

"Head of Agreement atau perjanjian awal dengan Freeport tidak mengikat, namun itu diperlukan untuk memahami kejelasan detail bentuk transaksi," kata Budi Gunadi seperti ditulis Antara, Senin (13/8).

Budi Gunadi menjelaskan, transaksi divestasi dengan Freeport memang belum terjadi, namun head of agreement (HoA) di awal diperlukan untuk mengunci komitmen dalam membuat perjanjian. "Saham 51 persen itu masih secara legal, namun secara ekonomi kita hanya menerima sebanyak 30 persen," kata Budi.

Menurutnya, divestasi 51 persen Freeport yang dibicarakan hanya masih secara legal, sedangkan secara keekonomian, pemerintah Indonesia masih harus membeli saham yang dimiliki oleh Rio Tinto untuk bisa membeli seutuhnya 51 persen.

Sebelumnya, pemerintah telah menyelesaikan permasalahan terkait kepemilikan PT Freeport Indonesia melalui penandatanganan "Head of Agreement" (HoA) dengan PT Freeport Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, menyebutkan bahwa Inalum telah mendapatkan pinjaman terkait pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia. Dia menyebutkan jumlah komitmen dari pinjaman tersebut mencapai USD 5,2 miliar.

"Laporannya dari Pak Budi (Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin) bahwa komitmennya sudah sampai 5,2 miliar dolar AS kita sudah dapat. Tetapi kita tidak pakai semua, karena nilainya tidak segitu," ujar Rini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah mengatakan bahwa proses negosiasi dalam akuisisi saham Freeport selama ini tidak mudah.

"Inilah 3,5 tahun yang kita usahakan sangat alot, jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intens sekali dalam 1,5 tahun ini," kata Jokowi setelah acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71.

Presiden juga mengapresiasi ketika mendapatkan laporan bahwa holding industri pertambangan Inalum telah berhasil mencapai kesepakatan awal dengan Freeport. "Pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51 persen, dari yang sebelumnya 9,36 persen. Alhamdulillah," katanya.

Minggu, 12 Agustus 2018

Ini kronologi lengkap perjalanan Prabowo pinang Sandiaga jadi cawapres


Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno resmi mendaftar ke KPU sebagai kandidat capres dan cawapres 2019. Mereka diusung PKS, PAN dan Gerindra. Partai Berkarya ikut memberikan dukungan.

Berikut jalan panjang dan liku-liku koalisi Prabowo akhirnya memilih Sandiaga:

24 Juli 2018

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan keduanya mengisyaratkan koalisi Pilpres makin kuat.

Dalam pertemuan itu Prabowo juga tak menolak jika misal AHY dijadikan cawapresnya. "Jadi kalau umpamanya nanti nama AHY muncul dari yang dibicarakan. Saya katakan why not," kata Prabowo di rumah SBY.

25 Juli 2018

SBY bertemu Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Usai pertemuan, secara mengejutkan SBY menyebut koalisi dengan kubu Jokowi sulit terwujud. SBY menyebut masih ada masalah komunikasi dengan dirinya dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

27 Juli 2018

Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional merekomendasikan nama Ustadz Abdul Somad dan politikus senior PKS Salim Segaf Al Jufri sebagai calon wakil presiden.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Muhammad Maryam menyatakan kedua nama yang direkomendasikan tersebut akan disandingkan bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

28 Juli 2018

Ustadz Abdul Somad menolak dicalonkan. Dia mengaku akan fokus dalam dakwah.

1 Agustus-5 Agustus 2018

Lobi antara koalisi partai pendukung Prabowo makin intens. Tiga nama yang dibahas sebagai cawapres adalah Agus Yudhoyono, Abdul Somad dan Salim Segaf.

8 Agustus 2018

Politisi Demokrat Andi Arief dalam akun Twitternya menyebut bahwa pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) batal digelar. Arief juga berkicau Prabowo adalah jenderal kardus yang lebih memikirkan uang ketimbang kemaslahatan rakyat.

Andi Arief juga menyebut Sandiaga Uno yang akan maju setelah mengguyur PKS dan PAN masing-masing Rp 500 Miliar.

Hubungan kedua partai langsung tegang. Koalisi sempat terancam bubar. PAN dan PKS membantah keras tudingan Andi Arief.

9 Agustus 2018

H-1 batas pendaftaran ke KPU, lobi-lobi antar partai makin intens. Sejak pagi sudah santer terdengar bahwa Prabowo memilih Wagub DKI Sandiaga Uno sebagai cawapres.

Pukul 18.00 WIB di Menteng, koalisi Jokowi mengumumkan nama Jokowi-KH Ma'ruf Amin sebagai pasangan capres cawapres yang disusung PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Hanura, PKPI. Selain itu ada dua partai pendukung, PSI dan Perindo.

Pukul 23.00 WIB di kediaman Prabowo, Kertanegara, pasangan kedua diumumkan. Prabowo Subianto resmi memilih Sandiaga Uno sebagai cawapres. Mereka diusung PKS, PAN dan Gerindra. Tak ada Partai Demokrat di sana.

10 Agustus 2018

Pukul 10.00 WIB, Demokrat resmi ikut mendukung Prabowo dan Sandiaga Uno. Mereka mengaku pilihan internal lebih condong pada Prabowo daripada Jokowi.

Pukul 14.00 WIB, Prabowo dan Sandiaga Uno resmi mendaftar ke KPU. Selain partai pengusung, hadir pula Partai Berkarya yang diwakili Titiek Soeharto.

"Ada kejadian unik hari ini. Ada putri Presiden pertama, putri Presiden kedua, ada juga ada dua putra Presiden Indonesia keenam. Ini kehormatan besar pada saya," kata Prabowo di KPU, Jumat (10/8).

9 Hektare hutan di PPU Kaltim terbakar, dipadamkan manual oleh petugas


Kurang dari 12 jam, sekitar 9 hektare hutan dan lahan di 2 kawasan berbeda, di kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, hangus terbakar. Diduga disebabkan kegiatan buka lahan warga dengan cara membakar.

Peristiwa itu, terjadi sejak Sabtu (11/8) sore kemarin, hingga jelang tengah malam tadi, di waktu hampir bersamaan. Pemadaman dilakukan dengan cara manual oleh sekitar 40 petugas gabungan.

Lokasi pertama, kobaran api mulai menghanguskan 2 hektare lahan di kawasan Gunung Steleng, kecamatan Penajam, sekira pukul 16.50 WITA dan berhasil dipadamkan sekira pukul 18.00 WITA.

Setengah jam usai padam, petugas gabungan BPBD PPU, Polres dan Polsek PPU, Kodim PPU, Satgas Karhutla dan Satpol PP, kembali memadamkan karhutla di kawasan KM 11 Lawelawe.

"Ada 3 titik kawasan yang terbakar. Lokasinya tidak bisa dijangkau mobil pemadam," kata Petugas Pusdalops BPBD PPU Amanda Indiri, dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (12/8).

Setelah mencoba masuk ke titik api menggunakan roda 4, tim gabungan mesti berjalan kaki masuk menuju ke lokasi. Petugas berjibaku memadamkan kobaran api dengan cara manual, dan peralatan sederhana. Air seadanya dan batang kayu menjadi alat pemadam.

"Semalam kita bawa peralatan untuk memadamkan api itu, jauh masuk ke dalam. Karena memang cuma bisa dipadamkan secara manual," ujar Amanda.

Satu persatu dari 3 titik kawasan yang terbakar, akhirnya berhasil dipadamkan hingga pukul 22.10 WITA. "Yang di kilometer 11 Lawelawe ini, luasan yang terbakar sekitar 7 hektare. Kalau sejak sore tadi, total keseluruhan areal yang terbakar sekitar 9 hektare," tutup Amanda.